U.S. online gambling_Authentic Baccarat Game_Baccarat play and rules

  • 时间:
  • 浏览:0

KepercLive entertainLive entertainmentmentayaan orang berbeLive entertainmentda-beda. Live entertainmentmLive entertainmentungkin ada yang percaya dengan mitos yang beredar ini. Padahal, jika kegagalan terjadi, bisa jadi karena faktor-faktor yang lain bukan karena latar belakang suku. Mungkin memang prinsip kamu dan dia tidak cocok saja. Tapi, kembali lagi ke kepercayaan masing-masing ya~

Walaupun memiliki latar belakang sejarah yang sedemikian rupa, bukan berarti kamu harus selalu percaya dan menjadikannya patokan lo. Mengenali pribadi calon pasanganmu dan keluarganya dengan lebih baik, jauh lebih penting. Plus, jika akan serius ke pelaminan, pastikan konsep pernikahan diterima dua keluarga ya.

“HAH? Maksud kamu kita putus? Memangnya kenapa?”

Sebagai bukti untuk membersihkan adanya perpecahan di masa lalu, jalan-jalan di dekat Gedung Sate, Jawa Barat sudah dinamai dengan nama-nama Jl. Hayam Wuruk  hingga Jl. Majapahit. Begitupun dengan wilayah Jawa, Sri Sultan Hamengkubuwono X meresmikan beberapa jalan dengan nama Jl. Padjajaran hingga Jl. Siliwangi di Ringroad Yogyakarta. Nah, pemerintah saja sudah berdamai, mungkin kamu bisa juga mulai mematahkan mitos yang beredar~

“Sayang, kayaknya kita sampai di sini saja deh.”

Dalam hidupmu, pernah nggak mendengar kalimat-kalimat tersebut? Atau justru kamu yang mengalaminya sendiri? Mitos tentang kegagalan suatu hubungan karena pasangan yang berbeda suku kadang masih sering didengar. Salah satu yang paling santer ya mitos tentang Jawa-Sunda ini.

“Kata Mama kalau kita lanjut lebih serius, takutnya nggak langgeng. Soalnya kamu Jawa, aku Sunda.”

Karena tak ikut dalam iring-iringan ke Majapahit, Prabu Niskalawastu Kencana akhirnya menggantikan ayahnya sebagai raja. Dia bertitah agar tak ada rakyatnya yang menikah dengan orang luar apalagi orang Majapahit. Nah, karena kepercayaan inilah akhirnya larangan pernikahan antara orang Jawa dan Sunda masih berkembang hingga sekarang.

Tapi, kamu mungkin masih tak percaya atau heran kenapa Mama kamu atau bahkan pasangan kamu sendiri mungkin mempercayai mitos ini. Sebenarnya kenapa sih orang Sunda tak boleh berpacaran dengan orang Jawa? Biar nggak jadi bimbang dan kemakan hoaks, simak dulu yuk penjelasan Hipwee Wedding yang dilansir dari berbagai sumber ini!

Menurut Historia, awalnya Raja dari Majapahit, Hayam Wuruk akan menikahi Putri Dyah Pitaloka karena alasan politik. Patih Gajahmada dengan semangat menyatukan nusantara memiliki maksud lain melalui pernikahan ini yaitu untuk menaklukan kerajaan Sunda, satu-satunya yang belum berhasil dikuasai. Saat akan menikah inilah rombongan Maharaja Linggabuana datang dan singgah di Bubat, tapi justru sang patih meminta Putri Pitaloka menjadi persembahan. Karena tak terima akhirnya terjadilah perang. Putri Pitaloka menjadi salah satu yang gugur dalam peristiwa ini dengan cara bunuh diri. Duh, miris!